
Matematika, bagi sebagian siswa kelas 4 SD, mungkin terasa seperti labirin angka yang terkadang membingungkan. Namun, di balik kerumitan yang tampak, tersembunyi pola-pola logis yang jika dipahami dengan baik, akan membuka jalan menuju pemahaman yang lebih mendalam. Salah satu konsep fundamental yang akan sangat diuji dalam Ujian Akhir Sekolah (UAS) kelas 4 adalah Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK).
Memahami FPB dan KPK bukan sekadar tentang menghafal rumus atau prosedur. Ini adalah tentang mengembangkan kemampuan berpikir logis, memecahkan masalah, dan mengaitkan konsep matematika dengan situasi nyata. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas materi FPB dan KPK, mulai dari pengertian dasar, cara menghitungnya, hingga berbagai jenis soal yang sering muncul dalam UAS kelas 4. Tujuannya adalah agar para siswa dapat menghadapi soal-soal ini dengan percaya diri dan meraih hasil terbaik.
Membedah Konsep: Apa Itu FPB dan KPK?
Sebelum kita melangkah lebih jauh ke dalam soal-soal, mari kita segarkan kembali ingatan kita tentang apa sebenarnya FPB dan KPK itu.
Faktor Persekutuan Terbesar (FPB)

Bayangkan Anda memiliki dua atau lebih bilangan. FPB adalah bilangan bulat positif terbesar yang dapat membagi habis semua bilangan tersebut tanpa sisa. Dengan kata lain, FPB adalah faktor persekutuan terbesar yang dimiliki oleh sekelompok bilangan.
- Faktor: Bilangan yang dapat membagi habis suatu bilangan lain. Contoh: faktor dari 12 adalah 1, 2, 3, 4, 6, 12.
- Persekutuan: Sama atau dimiliki oleh lebih dari satu bilangan.
- Terbesar: Nilai yang paling tinggi di antara faktor-faktor persekutuan tersebut.
Contoh Sederhana:
Kita ingin mencari FPB dari 12 dan 18.
- Faktor dari 12: 1, 2, 3, 4, 6, 12
- Faktor dari 18: 1, 2, 3, 6, 9, 18
Faktor persekutuan dari 12 dan 18 adalah bilangan yang ada di kedua daftar tersebut, yaitu: 1, 2, 3, 6.
Dari faktor-faktor persekutuan ini, yang terbesar adalah 6. Jadi, FPB dari 12 dan 18 adalah 6.
Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK)
Sekarang, mari kita beralih ke KPK. KPK adalah bilangan bulat positif terkecil yang merupakan kelipatan dari dua atau lebih bilangan tersebut. KPK adalah kelipatan persekutuan terkecil yang dimiliki oleh sekelompok bilangan.
- Kelipatan: Hasil perkalian suatu bilangan dengan bilangan bulat positif. Contoh: kelipatan dari 3 adalah 3, 6, 9, 12, 15, 18, …
- Persekutuan: Sama atau dimiliki oleh lebih dari satu bilangan.
- Terkecil: Nilai yang paling rendah di antara kelipatan-kelipatan persekutuan tersebut.
Contoh Sederhana:
Kita ingin mencari KPK dari 4 dan 6.
- Kelipatan dari 4: 4, 8, 12, 16, 20, 24, …
- Kelipatan dari 6: 6, 12, 18, 24, 30, …
Kelipatan persekutuan dari 4 dan 6 adalah bilangan yang ada di kedua daftar tersebut, yaitu: 12, 24, …
Dari kelipatan-kelipatan persekutuan ini, yang terkecil adalah 12. Jadi, KPK dari 4 dan 6 adalah 12.
Metode Menghitung FPB dan KPK
Untuk soal-soal UAS, siswa kelas 4 biasanya diajarkan beberapa metode untuk menghitung FPB dan KPK. Pemahaman terhadap metode-metode ini sangat krusial.
1. Metode Mendaftar Faktor/Kelipatan (Cocok untuk bilangan kecil)
Metode ini sudah kita praktikkan pada contoh di atas. Cocok untuk bilangan-bilangan yang tidak terlalu besar karena mendaftar semua faktor atau kelipatan bisa memakan waktu.
- Untuk FPB: Tuliskan semua faktor dari masing-masing bilangan, lalu cari faktor yang sama, dan pilih yang terbesar.
- Untuk KPK: Tuliskan kelipatan dari masing-masing bilangan, lalu cari kelipatan yang sama, dan pilih yang terkecil.
2. Metode Pohon Faktor (Menggunakan Faktorisasi Prima)
Metode ini lebih efisien untuk bilangan yang lebih besar dan menjadi dasar untuk pemahaman yang lebih mendalam di jenjang berikutnya.
-
Langkah-langkah Membuat Pohon Faktor:
- Pilih sebuah bilangan.
- Bagi bilangan tersebut dengan bilangan prima terkecil (2, 3, 5, 7, dst.) sampai hasilnya adalah bilangan prima.
- Ulangi proses ini untuk faktor-faktor yang dihasilkan hingga semua cabang berakhir pada bilangan prima.
- Tulis faktorisasi prima dari bilangan tersebut dalam bentuk pangkat (jika ada faktor prima yang sama).
-
Menghitung FPB menggunakan Pohon Faktor:
- Identifikasi semua faktor prima yang sama pada faktorisasi prima dari bilangan-bilangan tersebut.
- Untuk setiap faktor prima yang sama, ambil pangkat terkecil.
- Kalikan faktor-faktor prima yang telah diambil tersebut.
-
Menghitung KPK menggunakan Pohon Faktor:
- Identifikasi semua faktor prima yang ada pada faktorisasi prima dari bilangan-bilangan tersebut (baik yang sama maupun yang berbeda).
- Untuk setiap faktor prima, ambil pangkat terbesar.
- Kalikan faktor-faktor prima yang telah diambil tersebut.
Contoh menggunakan Pohon Faktor:
Mencari FPB dan KPK dari 18 dan 24.
-
Pohon Faktor 18:
18 / 2 9 / 3 3Faktorisasi prima 18 = 2 x 3²
-
Pohon Faktor 24:
24 / 2 12 / 2 6 / 2 3Faktorisasi prima 24 = 2³ x 3
-
Menghitung FPB (18, 24):
- Faktor prima yang sama: 2 dan 3.
- Ambil pangkat terkecil: 2¹ (dari 2) dan 3¹ (dari 3² dan 3).
- FPB = 2 x 3 = 6.
-
Menghitung KPK (18, 24):
- Semua faktor prima: 2 dan 3.
- Ambil pangkat terbesar: 2³ (dari 2³) dan 3² (dari 3²).
- KPK = 2³ x 3² = 8 x 9 = 72.
3. Metode Tabel (Cocok untuk bilangan kecil hingga sedang)
Metode tabel, sering juga disebut metode pembagian berulang, sangat efisien dan minim kesalahan jika dilakukan dengan benar.
-
Langkah-langkah Metode Tabel untuk FPB:
- Tulis bilangan-bilangan yang dicari FPB-nya dalam satu baris.
- Bagi bilangan-bilangan tersebut dengan bilangan prima yang dapat membagi semua bilangan tersebut. Tulis hasilnya di baris bawah.
- Ulangi langkah ini hingga tidak ada lagi bilangan prima yang dapat membagi habis semua bilangan di baris tersebut.
- FPB adalah hasil perkalian dari semua pembagi prima yang digunakan.
-
Langkah-langkah Metode Tabel untuk KPK:
- Tulis bilangan-bilangan yang dicari KPK-nya dalam satu baris.
- Bagi bilangan-bilangan tersebut dengan bilangan prima yang dapat membagi salah satu atau semua bilangan tersebut. Jika ada bilangan yang tidak habis dibagi, tulis kembali bilangan tersebut di baris bawah.
- Ulangi langkah ini hingga semua bilangan di baris terbawah menjadi angka 1.
- KPK adalah hasil perkalian dari semua pembagi prima yang digunakan.
Contoh menggunakan Metode Tabel:
Mencari FPB dan KPK dari 12 dan 18.
-
Metode Tabel untuk FPB (12, 18):
2 | 12 18 ---------------- 3 | 6 9 (Tidak bisa dibagi 2 lagi) ---------------- 2 3 (Tidak ada pembagi prima yang sama)Pembagi prima yang digunakan: 2 dan 3.
FPB = 2 x 3 = 6. -
Metode Tabel untuk KPK (12, 18):
2 | 12 18 ---------------- 3 | 6 9 ---------------- 2 | 2 3 (3 tidak habis dibagi 2, tulis lagi 3) ---------------- 3 | 1 3 ---------------- 1 1Pembagi prima yang digunakan: 2, 3, 2, 3.
KPK = 2 x 3 x 2 x 3 = 36.
Pentingnya Memilih Metode yang Tepat:
Untuk UAS kelas 4, siswa perlu menguasai setidaknya dua metode, biasanya metode mendaftar (untuk bilangan kecil) dan metode pohon faktor atau tabel (untuk bilangan yang lebih besar). Guru seringkali memberikan kebebasan memilih metode, namun pemahaman pada metode pohon faktor atau tabel akan lebih menguntungkan untuk soal-soal yang lebih kompleks.
Jenis Soal FPB dan KPK dalam UAS Kelas 4
Soal-soal FPB dan KPK di UAS kelas 4 biasanya terbagi menjadi dua kategori utama: soal hitungan langsung dan soal cerita.
A. Soal Hitungan Langsung
Soal ini meminta siswa untuk menghitung FPB atau KPK dari dua atau lebih bilangan.
Contoh Soal:
- Tentukan FPB dari 24, 36, dan 48!
- Tentukan KPK dari 15 dan 20!
- Carilah FPB dari 30 dan 45!
- Carilah KPK dari 8, 12, dan 16!
Strategi Menghadapi Soal Hitungan Langsung:
- Baca dengan teliti: Pastikan Anda tahu apakah diminta FPB atau KPK.
- Pilih metode yang paling nyaman: Jika bilangannya kecil, mendaftar bisa cepat. Jika lebih besar, gunakan pohon faktor atau tabel.
- Periksa kembali perhitungan Anda: Kesalahan kecil dalam perkalian atau pembagian bisa berakibat fatal.
B. Soal Cerita FPB dan KPK
Soal cerita adalah bagian yang seringkali membuat siswa bingung. Kunci sukses di sini adalah kemampuan menganalisis konteks soal dan menentukan apakah masalah tersebut memerlukan FPB atau KPK.
Kapan Menggunakan FPB dalam Soal Cerita?
FPB biasanya digunakan ketika kita ingin membagi atau mengelompokkan sejumlah benda menjadi jumlah kelompok yang sama banyak dan sebanyak mungkin, atau untuk membagi menjadi ukuran terbesar yang sama. Kata kunci yang sering muncul adalah:
- "dibagi rata"
- "jumlah terbanyak yang sama"
- "ukuran terbesar yang sama"
- "setiap kelompok memiliki jumlah yang sama"
Contoh Soal Cerita FPB:
-
Soal 1: Ibu memiliki 48 buah apel dan 60 buah jeruk. Ibu ingin membagikan buah-buahan tersebut ke dalam beberapa kantong plastik. Berapa kantong plastik terbanyak yang bisa Ibu siapkan agar setiap kantong berisi apel dan jeruk dengan jumlah yang sama untuk masing-masing jenis buah? Berapa jumlah apel dan jeruk di setiap kantong?
- Analisis: Kita ingin membagi apel dan jeruk ke dalam kantong-kantong. Jumlah kantong harus sama, dan kita ingin jumlah kantong terbanyak. Ini mengarah pada FPB dari 48 dan 60.
- Perhitungan: FPB(48, 60) = 12. Jadi, ada 12 kantong plastik terbanyak.
- Jumlah apel per kantong: 48 / 12 = 4 apel.
- Jumlah jeruk per kantong: 60 / 12 = 5 jeruk.
-
Soal 2: Pak Budi ingin memotong selembar kain berukuran 72 cm dan selembar kain berukuran 90 cm menjadi beberapa potongan yang sama panjang. Berapa panjang potongan kain terpanjang yang bisa diperoleh? Berapa banyak potongan dari masing-masing kain?
- Analisis: Kita ingin memotong kain menjadi potongan-potongan yang sama panjang dan mencari panjang terpanjang. Ini adalah soal FPB dari 72 dan 90.
- Perhitungan: FPB(72, 90) = 18. Jadi, panjang potongan kain terpanjang adalah 18 cm.
- Jumlah potongan kain pertama: 72 / 18 = 4 potongan.
- Jumlah potongan kain kedua: 90 / 18 = 5 potongan.
Kapan Menggunakan KPK dalam Soal Cerita?
KPK biasanya digunakan ketika kita mencari waktu atau kejadian yang akan terjadi bersamaan lagi setelah beberapa interval waktu yang berbeda, atau ketika kita mencari bilangan yang merupakan kelipatan dari beberapa bilangan. Kata kunci yang sering muncul adalah:
- "bersamaan lagi"
- "bersamaan pada waktu yang sama"
- "setiap … kali"
- "jarak terdekat"
Contoh Soal Cerita KPK:
-
Soal 1: Lampu merah menyala setiap 12 detik, sedangkan lampu biru menyala setiap 18 detik. Jika kedua lampu menyala bersamaan pada pukul 07.00, pada pukul berapa kedua lampu akan menyala bersamaan lagi untuk pertama kalinya?
- Analisis: Kita mencari kapan kedua kejadian (lampu menyala) akan terjadi bersamaan lagi setelah interval waktu yang berbeda. Ini adalah soal KPK dari 12 dan 18.
- Perhitungan: KPK(12, 18) = 36. Jadi, kedua lampu akan menyala bersamaan lagi setelah 36 detik.
- Waktu menyala bersamaan lagi: 07.00 + 36 detik = 07.00.36.
-
Soal 2: Doni berlatih renang setiap 4 hari sekali, sedangkan Adi berlatih renang setiap 6 hari sekali. Jika mereka mulai berlatih pada hari yang sama, berapa hari lagi mereka akan berlatih renang bersama-sama untuk pertama kalinya?
- Analisis: Kita mencari kapan kedua kejadian (berlatih renang) akan terjadi bersamaan lagi setelah interval hari yang berbeda. Ini adalah soal KPK dari 4 dan 6.
- Perhitungan: KPK(4, 6) = 12. Jadi, mereka akan berlatih renang bersama-sama lagi setelah 12 hari.
Tips Mengatasi Soal Cerita FPB dan KPK:
- Baca Soal dengan Seksama: Pahami semua informasi yang diberikan dan apa yang ditanyakan.
- Identifikasi Kata Kunci: Perhatikan kata-kata yang mengindikasikan FPB (pembagian rata, kelompok sama, terbesar) atau KPK (bersamaan lagi, setiap interval).
- Tentukan Operasi yang Digunakan: Setelah mengidentifikasi kata kunci, tentukan apakah Anda perlu mencari FPB atau KPK.
- Lakukan Perhitungan dengan Cermat: Gunakan metode yang Anda kuasai untuk menghitung FPB atau KPK.
- Jawab Sesuai Pertanyaan: Pastikan jawaban Anda sesuai dengan apa yang ditanyakan dalam soal (misalnya, jumlah kantong, waktu bersamaan, panjang potongan).
- Buat Kesimpulan Singkat: Tuliskan jawaban akhir Anda dengan jelas.
Latihan Soal untuk Mempersiapkan UAS
Untuk menguasai materi FPB dan KPK, latihan adalah kunci. Berikut beberapa contoh soal yang bisa Anda kerjakan:
Soal Hitungan Langsung:
- Hitunglah FPB dari 16 dan 20!
- Hitunglah KPK dari 10 dan 15!
- Tentukan FPB dari 36, 45, dan 54!
- Tentukan KPK dari 6, 9, dan 12!
Soal Cerita:
- Seorang pedagang memiliki 75 butir telur ayam dan 90 butir telur puyuh. Ia ingin mengemas kedua jenis telur tersebut ke dalam beberapa keranjang dengan jumlah yang sama untuk setiap jenis telur di setiap keranjang. Berapa keranjang terbanyak yang dapat disiapkan? Berapa jumlah telur ayam dan telur puyuh di setiap keranjang?
- Adi dan Budi mengikuti les matematika. Adi mengikuti les setiap 5 hari sekali, sedangkan Budi mengikuti les setiap 7 hari sekali. Jika mereka mengikuti les pertama kali pada hari yang sama, berapa hari lagi mereka akan mengikuti les bersamaan untuk kedua kalinya?
- Bu Guru memiliki 42 pensil merah dan 56 pensil biru. Ia ingin membagikan pensil-pensil tersebut kepada murid-muridnya dalam kelompok-kelompok. Berapa kelompok terbanyak yang dapat dibuat agar setiap kelompok memiliki jumlah pensil merah dan pensil biru yang sama? Berapa jumlah pensil merah dan pensil biru di setiap kelompok?
- Dua buah lonceng berbunyi bersamaan pada pukul 08.00. Lonceng pertama berbunyi setiap 15 menit, sedangkan lonceng kedua berbunyi setiap 20 menit. Pada pukul berapa kedua lonceng tersebut akan berbunyi bersamaan lagi?
Penutup: Menaklukkan FPB dan KPK
Memahami FPB dan KPK adalah langkah penting dalam membangun fondasi matematika yang kuat. Dengan menguasai konsep dasar, metode perhitungan, dan strategi menjawab soal cerita, siswa kelas 4 dapat menghadapi UAS dengan lebih percaya diri. Ingatlah, matematika bukanlah tentang menghafal, melainkan tentang memahami pola dan logika. Teruslah berlatih, jangan takut bertanya, dan Anda pasti bisa menaklukkan soal-soal FPB dan KPK! Selamat belajar dan semoga sukses dalam UAS Anda!