
Halo para pembelajar cilik! Pernahkah kalian mendengar kata "faktor" dan "kelipatan"? Mungkin terdengar sedikit asing, tapi jangan khawatir! Hari ini, kita akan menjelajahi dua konsep matematika yang sangat penting dan menyenangkan, yaitu Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK). Bagi kalian yang duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar, memahami FPB dan KPK akan membuka pintu ke berbagai macam soal matematika yang lebih seru dan menantang.
Artikel ini akan menjadi teman setiaku dalam memahami FPB dan KPK. Kita akan membahasnya dari dasar, memahami definisinya, mempelajari cara mencarinya dengan berbagai metode, hingga mengaplikasikannya dalam soal cerita. Siapkan buku catatan dan pensilmu, mari kita mulai petualangan matematika ini!
Sebelum melangkah lebih jauh, penting untuk memahami apa sebenarnya FPB dan KPK itu.
Bayangkan kalian memiliki beberapa mainan, misalnya 12 bola merah dan 18 mobil-mobilan. FPB membantu kita untuk membagi kedua jenis mainan tersebut ke dalam kelompok-kelompok yang sama besar sebanyak mungkin.
Secara definisi, Faktor adalah bilangan yang dapat membagi habis suatu bilangan lain tanpa sisa. Contohnya, faktor dari 12 adalah 1, 2, 3, 4, 6, dan 12 karena bilangan-bilangan ini bisa membagi 12 tanpa sisa.
Persekutuan berarti sesuatu yang dimiliki bersama. Dalam konteks FPB, kita mencari faktor yang dimiliki oleh dua bilangan atau lebih.
Terbesar tentu saja berarti yang paling besar nilainya.
Jadi, Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari dua bilangan atau lebih adalah faktor persekutuan (yang sama) terbesar dari bilangan-bilangan tersebut. FPB ini sangat berguna ketika kita ingin membagi sekumpulan benda menjadi beberapa kelompok yang ukurannya sama persis, dan kita ingin jumlah kelompoknya sebanyak mungkin.
Sekarang, bayangkan kalian memiliki dua jam alarm. Satu alarm berbunyi setiap 3 menit, dan alarm lainnya berbunyi setiap 4 menit. Kapan kedua alarm itu akan berbunyi bersamaan untuk pertama kalinya? Di sinilah KPK berperan!
Kelipatan adalah hasil perkalian suatu bilangan dengan bilangan asli (1, 2, 3, dan seterusnya). Contohnya, kelipatan dari 3 adalah 3, 6, 9, 12, 15, 18, dan seterusnya.
Persekutuan (lagi!) berarti yang dimiliki bersama. Kita mencari kelipatan yang sama dari dua bilangan atau lebih.
Terkecil berarti yang paling kecil nilainya.
Jadi, Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari dua bilangan atau lebih adalah kelipatan persekutuan (yang sama) terkecil dari bilangan-bilangan tersebut. KPK sering digunakan untuk mencari tahu kapan dua kejadian yang berulang akan terjadi bersamaan.
Ada beberapa cara untuk mencari FPB. Untuk kelas 4, kita akan fokus pada dua metode yang paling umum dan mudah dipahami:
Ini adalah cara paling dasar dan seringkali paling intuitif untuk memulai.
Langkah-langkah:
Contoh: Cari FPB dari 12 dan 18.
Faktor dari 12: 1, 2, 3, 4, 6, 12
Faktor dari 18: 1, 2, 3, 6, 9, 18
Faktor persekutuan (yang sama): 1, 2, 3, 6
Faktor persekutuan terbesar: 6
Jadi, FPB dari 12 dan 18 adalah 6.
Metode ini menggunakan konsep bilangan prima. Bilangan prima adalah bilangan yang hanya memiliki dua faktor, yaitu 1 dan bilangan itu sendiri (contoh: 2, 3, 5, 7, 11, dst.).
Langkah-langkah:
Contoh: Cari FPB dari 24 dan 36.
Pohon Faktor 24:
24
/
2 12
/
2 6
/
2 3
Faktorisasi prima 24: 2 x 2 x 2 x 3 (atau 2³ x 3)
Pohon Faktor 36:
36
/
2 18
/
2 9
/
3 3
Faktorisasi prima 36: 2 x 2 x 3 x 3 (atau 2² x 3²)
Faktor prima yang sama:
FPB: Kalikan faktor prima yang sama: 2 x 2 x 3 = 12
Jadi, FPB dari 24 dan 36 adalah 12.
Sama seperti FPB, KPK juga bisa dicari dengan beberapa metode. Kita akan fokus pada dua metode yang paling relevan untuk kelas 4:
Ini adalah cara yang paling mudah untuk memahami konsep KPK, terutama untuk bilangan yang tidak terlalu besar.
Langkah-langkah:
Contoh: Cari KPK dari 4 dan 6.
Kelipatan 4: 4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, …
Kelipatan 6: 6, 12, 18, 24, 30, …
Kelipatan persekutuan (yang sama): 12, 24, …
Kelipatan persekutuan terkecil: 12
Jadi, KPK dari 4 dan 6 adalah 12.
Metode ini juga menggunakan pohon faktor, namun cara mengambil hasilnya berbeda dengan FPB.
Langkah-langkah:
Contoh: Cari KPK dari 12 dan 18.
Pohon Faktor 12:
12
/
2 6
/
2 3
Faktorisasi prima 12: 2 x 2 x 3 (atau 2² x 3)
Pohon Faktor 18:
18
/
2 9
/
3 3
Faktorisasi prima 18: 2 x 3 x 3 (atau 2 x 3²)
Pengambilan faktor prima untuk KPK:
KPK: Kalikan semua faktor prima yang diambil: 2 x 2 x 3 x 3 = 36
Jadi, KPK dari 12 dan 18 adalah 36.
Tips Penting: Perhatikan baik-baik cara mengambil faktor untuk FPB dan KPK. Untuk FPB, ambil faktor prima yang sama dan paling sedikit kemunculannya. Untuk KPK, ambil semua faktor prima yang ada, dan untuk faktor yang sama, ambil yang paling banyak kemunculannya.
Memahami cara menghitung FPB dan KPK itu bagus, tapi lebih penting lagi adalah tahu kapan menggunakannya.
FPB biasanya digunakan dalam soal cerita yang berkaitan dengan:
Contoh Soal Cerita FPB:
Pak Budi memiliki 20 buah apel dan 30 buah jeruk. Ia ingin membagikan buah-buahan tersebut kepada anak-anaknya dalam bungkusan-bungkusan yang isinya sama banyak untuk setiap jenis buah. Berapa bungkusan terbanyak yang dapat dibuat Pak Budi?
KPK biasanya digunakan dalam soal cerita yang berkaitan dengan:
Contoh Soal Cerita KPK:
Andi belajar menari setiap 3 hari sekali, sedangkan Bima belajar menari setiap 4 hari sekali. Jika hari ini mereka berdua belajar menari bersama, berapa hari lagi mereka akan belajar menari bersama lagi untuk pertama kalinya?
Mari kita coba beberapa soal latihan untuk mengasah kemampuan kalian:
(Jawaban dapat disediakan terpisah atau sebagai latihan bagi siswa)
FPB dan KPK memang terdengar seperti dua kata yang rumit, namun dengan pemahaman yang benar dan latihan yang cukup, kalian pasti bisa menguasainya! Ingatlah selalu definisi keduanya, pelajari metode-metode mencarinya, dan yang terpenting, pahami konteks soal cerita agar kalian tahu kapan harus menggunakan FPB dan kapan menggunakan KPK.
Teruslah berlatih, jangan takut salah, dan nikmati setiap proses belajar matematika. Kalian semua adalah matematikawan cilik yang hebat! Selamat menaklukkan FPB dan KPK!